Review Film: The Boss Baby, Bukan Kisah Bayi Biasa

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 15 April 2017

Review Film: The Boss Baby, Bukan Kisah Bayi Biasa

Bioskop Indonesia lagi-lagi kedatangan film animasi. Setelah Smurf: The Lost Village, di pekan pertama April ini akan hadir film animasi, The Boss Baby. Begitu dirilis di Amerika Serikat pada 31 Maret 2017 lalu, film garapan DreamWorks Animation ini langsung menggeser posisi Beauty and The Beast yang sudah 2 minggu berturut-turut bertengger di peringkat pertama Box Office Amerika. Lalu apa yang sebenarnya membuat The Boss Baby menarik?
Film The Boss Baby diadaptasi dari buku cerita bergambar karya Marla Frazee yang rilis di tahun 2010. Kisahnya berawal dari Tim Templeton (Miles Christopher Bakshi), bocah berusia 7 tahun yang merasa kehidupannya sangat sempurna. Sebagai anak tunggal, Tim sangat disayang oleh kedua orang tuanya, Ted (Jimmy Kimmel) dan Janice (Lisa Kudrow). Sayangnya kebahagiaan Tim tidak berlangsung lama karena datangnya anggota baru, bayi laki-laki yang sangat menggemaskan bernama Theodore alias Boss Baby (Alec Baldwin). Bencana pun mulai datang, Tim yang sudah terbiasa dimanja orang tuanya terpaksa harus berbagi kasih sayang dengan Boss Baby. Kehadiran Boss Baby pun membuat hari-hari Tim berubah 180 derajat.

Pada suatu malam Tim menemukan fakta bahwa Boss Baby ternyata bukanlah bayi biasa. Selain berbicara layaknya orang dewasa, Boss Baby ternyata adalah seorang agen rahasia dari perusahaan bayi bernama Baby Corp. Baby Corp memiliki misi khusus untuk menjaga kelangsungan hidup bayi karena ancaman Puppy Co, sebuah perusahaan anak anjing. Di bawah pimpinan Francis E. Francis (Steve Buscemi), Puppy Co punya misi khusus untuk membuat manusia lebih mencintai puppies alias anak anjing ketimbang bayi. Tim dan Baby Boss pun akhirnya bekerja-sama untuk menggagalkan misi Francis.

Meski mendapatkan rating yang tidak begitu memuaskan dari kritikus film, faktanya film The Boss Baby mampu memuncaki Box Office di pekan perdana penayangannya. Alur ceritanya pun mudah ditebak, namun akan segera terlena saat menyaksikan aksi-aksi lucu nan menggemaskan dari Boss Baby dan teman-temannya. Film ini cukup menghibur untuk ditonton bersama keluarga dan sarat akan pesan moral, apalagi ditambah dengan iringan soundtrack lagu Blackbird milik The Beatles yang menyatu dengan tema film The Boss Baby.

Sebagai film animasi, The Boss Baby punya banyak daya tarik yang cukup kuat di jajaran pengisi suaranya. Alec Baldwin sebagai pengisi suara Boss Baby mampu dengan baik memerankan karakter bayi yang sok bossy. Sementara itu Jimmy Kimmel, pembawa acara yang dikenal lewat talkshow, Jimmy Kimmel Live ini juga mampu memerankan dengan baik sebagai pengisi suara Dad. Begitu pula dengan Lisa Kudrow yang mengisi suara untuk karakter Mom.
Aktor pemeran Spider-Man, Tobey Maguire pun tak ketinggalan ikut menyumbangkan suaranya sebagai Tim dewasa sekaligus narator di filmnya. Kejutan lainnya adalah kamu akan menemui beberapa mainan ikonik yang pernah muncul di film Toy Story. Seru sekali ya!
Disutradarai oleh Tom McGrath yang juga merupakan sutradara dari 3 film Madagascar dan Megamind (2010), The Boss Baby akan tayang di bioskop Indonesia pada 5 Maret 2017.

sumber : https://id.bookmyshow.com/blog-hiburan/review-film-the-boss-baby-bukan-kisah-bayi-biasa/
More about → Review Film: The Boss Baby, Bukan Kisah Bayi Biasa

Review Film: Serunya Nostalgia Masa Kecil di Film Power Rangers

Diposting oleh Unknown

Review Film: Serunya Nostalgia Masa Kecil di Film Power Rangers

“Power Rangers were a legion of warriors. You must become those warriors.”, begitulah kira-kira kalimat yang dilontarkan Zordon ketika lima remaja penuh rasa ingin tahu bertemu dengannya. Film reboot Power Rangers versi Saban Brands dan Lionsgate ini tampil menghibur bagi para penggemarnya pada bulan Maret tahun ini. Film Power Rangers disutradarai oleh Dean Israelite yang punya track record memuaskan lewat film Project Almanac (2015). Power Rangers juga diramaikan dengan aktor dan aktris muda yang masih tergolong baru seperti Dacre Montgomery, Naomi Scott, RJ Cyler, Ludi Lin, dan penyanyi cantik, Becky G.
Trini, Billy, Jason, Kimberly, dan Zack menemukan koin ajaib di sebuah tambang.
Kisahnya dimulai layaknya film The Breakfast Club (1985) dimana Jason (Dacre Montgomery) yang bermasalah harus masuk kelas tambahan hari Sabtu. Pertimbangan yang logis karena dengan begitu ia bertemu dengan Kimberly (Naomi Scott) dan Billy (RJ Cyler) yang memiliki masalahnya masing-masing. Billy yang sedikit memiliki kelainan pada otaknya mengajak Jason ke tambang dekat kota dengan imbalan melepaskan alat pada kaki Jason. Seperti halnya film pencarian superhero pada umumnya, Jason dan Billy kemudian dipertemukan dengan Kimberly, Zack, dan Trini dengan kejadian tebing ajaib.
Memasuki babak kedua dari filmnya, lima anak muda tersebut bertemu dengan Alpha 5 dan Zordon di bawah tanah dari tebing tambang. Kata-kata tentang Power Rangers akhirnya mulai disebutkan pada bagian ini, berbarengan dengan munculnya musuh masa lalu Zordon, Rita Repulsa. Jason, Billy, Kimberly, Trini, dan Zack mulai berlatih bersama Alpha 5, bukan demi menjadi Power Rangers, namun karena penasaran ingin mencoba bajunya. Semakin sering mereka berlatih bersama, semakin terjalin rasa saling peduli di antara mereka. Hingga akhirnya Zordon meresmikan mereka untuk menjadi Power Rangers pilihan semesta.
Film Power Rangers produksi Saban Brands dan Lionsgate.
Keseruan serial televisi Mighty Morphin Power Rangers era 90-an disajikan secara rapi oleh Dean Israelite dalam versi filmnya. Ia dapat membagi tiap babak dalam ceritanya secara terstruktur dan logis, dilengkapi dengan dialog komedi yang pas. Beberapa adegan terasa memorable seperti Jason menampar musuhnya dan Megazord (gabungan lima Zord) yang jatuh ketika pertama kali dikendalikan oleh kelima Rangers. Menonton para Rangers beraksi dalam film ini seakan bernostalgia dengan memori masa kecil yang penuh dengan imajinasi.

Isu kesetaraan ras dan gender
Ada hal menarik yang ditampilkan oleh film Power Rangers kali ini dimana isu tentang kesetaraan mungkin sengaja diselipkan sang pembuat film. Masalah ras yang lebih dahulu ditampilkan yaitu pada dialog Zack dan Billy ketika melihat kilauan warna dari koin ajaib mereka di bawah air. Memang pada serial televisinya terdahulu juga pernah terjadi kontroversi tentang warna Rangers yang stereotip pada Ranger Hitam dan Ranger Kuning.
Muatan tentang kesetaraan gender juga diangkat ketika menonton film ini. Hal tersebut tersirat dalam karakter Trini pada bagian pemaparan latar belakang lima Rangers. Jika memang betul para pembuat filmnya memiliki tujuan kesetaraan, maka hal tersebut sesuai dengan isu rasisme dan LGBT yang panas dalam beberapa tahun terakhir.
Becky G. sebagai karakter Trini yang cukup kontroversial dalam film Power Rangers.
Sangat disayangkan Power Rangers movie masih kurang intens dalam menampilkan bagian latihan dan melawan pasangan Rita Repulsa-Goldar. Akan lebih seru jika kita dibawa lebih lama melihat kerja keras mereka menjadi Power Rangers. Namun, penonton tetap akan tersenyum kegirangan ketika lagu “Go Go Power Rangers!” muncul pada adegan para Zord masing-masing Rangers yang berlari kencang.
Film Power Rangers sangat direkomendasikan untuk kamu yang tidak pernah absen menonton serial televisinya. Obat rindu yang dibuat secara maksimal bagi kamu yang kangen dengan keseruan menonton aksi Power Rangers melawan para monster. Power Rangers tayang serentak 22 Maret 2017 di bioskop-bioskop Indonesia. 

sumber : https://id.bookmyshow.com/blog-hiburan/review-film-serunya-nostalgia-masa-kecil-di-film-power-rangers/


More about → Review Film: Serunya Nostalgia Masa Kecil di Film Power Rangers

Review film The Mummy

Diposting oleh Unknown

Film "The Mummy" merupakan film Hollywood reboot The Mummy yang akan disutradarai oleh Alex Kurtzman dan Jon Spaihts sebagai penulis skenario.

Film The Mummy akan dibintangi oleh Tom Cruise, Sofia Boutella, Annabelle Wallis dan Jake Johnson dan akan digarap oleh rumah produksi Universal Pictures yang rencananya akan tayang pada 9 Juni 2017 (USA).




Sinopsis Film The Mummy (2017)

Film "The Mummy" ini akan menceritakan seorang tentara navy Seal yaitu Tyler Colt (Tom Cruise), dalam misinya untuk menemukan sekelompok teroris bersembunyi disebuah bunker yang berada di sebuah gurun di irak.

Saat menemukan dan memasuki bunker tersebut, Tyler dan timnya menemukan para teroris tewas di dalamnya. Setelah memasuki bunker Tyler dan timnya juga menemukan beberapa kekuatan misitis di luar kendali mereka.

Mereka menyadari bahwa bunker adalah sebuah makam tua yang berusia ratusan tahun. Kekacauan terjadi ketika semua anggota Navi Seal mulai menyalahkan satu sama lain dan mereka mulai tertarik dengan kekuatan yang di dalam makam tersebut.

Tyler adalah satu-satunya yang diharapkan untuk menemukan sebuah sarkofagus dari besi berwarna hitam di dalam makam tersebut. Dengan simbol Mesir seperti Ankh dan Eye of Horus. Tyler kemudian dipercayakan oleh pasukan untuk membuka sarkofagus tersebut dan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya.


Tapi setelah menempatkan tangannya diatas sarkofagus itu, Tyler segera ditikam dengan simbol berbentuk bintang, sejak saat itu pikiran Tyler dikutuk dengan visi dari Ashurbanipal raja Asyur The mummy.

Riview Film The Mummy (2017)

Universal Pictures menyebutkan bahwa film terbaru ini merupakan sebuah kisah petualangan, aksi dengan elemen horor berikut karakter-karakter baru. Menghadirkan elemen karakter dari Drakula, Frankenstein, The invisible Man, the Bride of Frankenstein dan pemburu vampire Van Helsing. Dalam film ini Jake Johnson akan berperan dalam keanggotaan militer.

Berada pada setting film dunia modern, Tom Cruise berperan sebagai seorang tentara khusus bersama Sofia Boutella yang berperan sebagai seorang ilmuwan. Dalam situasi ini, dunia menantikan kehadiran seorang legenda setelah cukup lama menderita atas kejatuhan manusia.

Saksikan penayangannya langsung hanya dibioskop kesayangan anda pada 9 Juni 2017 mendatang.

Detail Film The Mummy (2017)

Judul : The Mummy
Genre : Action, Adventure, Fantasy
Sutradara : Alex Kurtzman
Penulis Skenario : John Spaihts
Produksi : K/O Paper Products, Sean Daniel Company, Universal Pictures
Bahasa : Inggris
Negara : USA
Tanggal Rilis : 9 Juni 2017 (USA)
Pemain :
Tom Cruise
Sofia Boutella
Annabelle Walls
Jake Johnson
Marwan Kenzari


sumber : http://www.pusatsinopsis.com/2016/06/the-mummy-2017.html
More about → Review film The Mummy

Review Ghost in the Shell – Film Aksi Lumayan dengan Efek Visual Menakjubkan

Diposting oleh Unknown

Review Ghost in the Shell – Film Aksi Lumayan dengan Efek Visual Menakjubkan


Review Ghost in the Shell
Image credits: Paramount Pictures International

Plot film ini mungkin tidak menawarkan hal baru, tapi harus diakui efek visualnya luar biasa. Lengkapnya baca saja review Ghost in the Shell ini!

Sinopsis

Mira Killian adalah korban dari serangan teroris. Tubuhnya rusak parah, jadi ia diselamatkan oleh Hanka Robotics dengan prosedur baru. Otaknya dimasukkan ke tubuh sibernetika sintetis yang membuatnya melampaui manusia biasa.
Mira kemudian ditempatkan di Section 9, satu unit pasukan khusus, di mana tubuh supernya membuat ia menjadi prajurit yang bisa diandalkan. Ancaman baru datang saat seorang hacker berbahaya mulai menyerang dan menghabisi para eksekutif Hanka Robotics. Mampukah sang mayor mengatasi masalah ini?

Efek Visual Luar Biasa

trailer ghost in the shell
Hal pertama yang akan penulis angkat dalam review Ghost in the Shell ini adalah efek visualnya. Apa kamu suka dengan genre cyberpunk? Atau jangan-jangan kamu memang butuh inspirasi untuk menghasilkan karya-karya berlatar futuristis? Kalau begitu, efek visual Ghost in the Shell bisa menjadi alasan kuat untuk menyaksikan film ini.
Efek visual Ghost in the Shell benar-benar luar biasa. Kamu akan melihat dunia yang terkesan kelam namun juga menakjubkan, dengan berbagai perkembangan canggih yang belum ada di bumi namun bisa dibayangkan benar-benar tercipta di masa depan.
Visual top ini juga membantu filmnya menyajikan adegan-adegan aksi menakjubkan. Beberapa di antaranya terasa diadaptasi dengan sangat canggih dari animasi aslinya.
Visual Ghost in the Shell juga mampu membuat film ini terasa unik dan beda dari film Hollywood lain. Dan itu hal yang bagus, mengingat film ini tidak menawarkan hal baru dari segi plot.

Plot Biasa Saja


Kelemahan filmnya yang paling terpikir saat menulis review Ghost in the Shell adalah kualitas plotnya. Sutradara Rupert Sanders berusaha menyajikan plot baru yang tetap memiliki unsur-unsur dari animasinya, terutama versi 1995 lampau. Namun pada akhirnya plot dari Ghost in the Shell yang sudah dimodifikasi ini terasa tidak istimewa. Twist-twist yang tersaji di film ini tak terasa baru, dan mungkin akan tertebak dengan mudah oleh fan-fan film aksi.
Meski begitu, film ini tetap bisa mengangkat unsur-unsur bagus di dalam kisahnya. Seperti bahaya yang bisa terjadi saat implan sibernetika sudah sangat awam dimiliki oleh manusia. Seperti yang bisa kamu temui di animasinya, cukup seram membayangkan implan sibernetik seseorang bisa dibajak dan dikendalikan oleh seorang hacker.

Penulis Naskah dan Sutradara Cukup Memahami Inspirasi Filmnya

Sumber: Ivv2.com
Masalah dari adaptasi game dan anime ke layar Hollywood adalah kemungkinan sutradara dan penulis naskah tidak benar-benar memahami sumbernya. Akhirnya terciptalah karya-karya berkualitas mengerikan seperti film-film Uwe Boll.
Sudah menonton Ghost in the Shell: Stand Alone Complex dan Ghost in the Shell 1995, penulis merasa kalau sutradara Rupert Sanders dan tim kreatif di balik film ini cukup memahami materi dasar filmnya. Karenanya, Ghost in the Shell terasa sebagai adaptasi yang oke.
Ada tiga karakter Section 9 yang disorot intensif di film ini: Mayor Mira Killian, Batou, dan Aramaki.
Aramaki yang bijaksana dan peduli kepada anggota Section 9 terasa benar-benar diangkat dari animasinya, dan dibawakan dengan apik oleh si raja Benteng Takeshi, Beat Takeshi.
Lalu ada juga Batou. Pilou Asbaek menyajikan karakter yang sangat mirip dengan Batou asli di animasinya. Mulai dari kecintaannya terhadap anjing serta hubungan akrabnya dengan Mayor Mira, yang tidak pernah keluar dari friendzone.
Di antara Batou dan Aramaki, Mayor Mira yang dibawakan Scarlett Johansson justru terasa sebagai karakter baru. Baru satu tahun bekerja di Section 9, Mayor Mira yang didasarkan dari Motoko Kusanagi tampil sebagai karakter yang masih beradaptasi dengan tubuh barunya. Dia masih sering melakukan kesalahan, tidak yakin pada dirinya sendiri, dan kurang dekat dengan anak buahnya.

Bukti lain dari pemahaman sutradara dan tim kreatif film ini adalah banyaknya adegan dari seri Ghost in the Shell yang disajikan di sini. Bukan hanya dari film 1995, yang jelas jadi inspirasi, tapi juga dari seri seperti Ghost in the Shell: Stand Alone Complex. Ghost in the Shell mungkin memiliki kelemahan, tapi dari segi adaptasi Hollywood sih film ini cukup oke.

Kesimpulan

Untuk kesimpulan dari review Ghost in the Shell ini: plot filmnya terasa terlalu biasa, dengan twist yang awam untuk ukuran film aksi sci-fi Hollywood. Namun efek visualnya memukau, penokohan karakternya cukup asyik, dan – secara tidak terduga – sebenarnya ini adaptasi yang lumayan oke untuk Ghost in the Shell.
Menurut IGN, Ghost in the Shell mendapat pemasukan sedikit di pekan pertamanya di box office Amerika. Sangat disayangkan sebenarnya. Setelah ending film ini, penulis justru penasaran apa yang akan terjadi bila film ini dilanjutkan.


REVIEW OVERVIEW
Skor Film
75 %
More about → Review Ghost in the Shell – Film Aksi Lumayan dengan Efek Visual Menakjubkan

Review film I.T. Indonesia : Mubadzir pemain

Diposting oleh Unknown

Review film I.T. Indonesia : Mubadzir pemain

Kenapa saya bilang film ini mubadzir pemain, karena film ini dibintangi oleh aktor aktor yang sudah terkenal. Namun isi dari film ini yang kurang berbobot. Saya juga kurang suka mengenai alur ceritanya. Menurut saya itu terlalu sempit atau bahkan mungkin harusnya bisa lebih luas lagi lingkup yang terlibat.
Kemudian satu hal lagi yang saya tidak suka dari film ini adalah diskriminasi terhadap pemain wanita. Meskipun itu tidak secara langsung tapi apa yang saya tangkap adalah hal itu. Entah mengapa saya tidak menyukai dengan film-film yang melakukan kekerasan terhadap wanita misalkan penganiayaan, pemerkosaan dan lain-lain. Dalam hal ini film tersebut seolah menggambarkan pemerkosaan terhadap pemain wanita meskipun tidak dijelaskan secara jelas dan secara detail namun tersirat dan penonton akan mengarah ke hal itu.
review film i.t
Menurut saya film ini memiliki kelebihan di bagian cerita. Sesungguhnya film ini ingin membawakan pesan yang sangat besar sekali untuk para pemirsanya. Mungkin itu akan berarti bagi mereka yang menyukai film-film dengan cerita yang dalam. Bagi saya yang lebih menyukai film-film yang memiliki kemewahan dalam grafis dan adegan fim I.T kurang begitu nampol.
 , film ini kurang mengisi hati dan bisa dibilang Saya sedikit kurang puas meskipun saya orang IT, tapi harusnya film ini bisa lebih mewah lagi.
Grafis 
No Comment
Cerita
Mike Regan sebagai pemilik perusahaan teknologi yang akan meluncurkan satu buah aplikasi terhebatnya memiliki kendala dalam hal teknis. Yang akhirnya seorang teknisi membantu dan menyelesaikan masalah yang saat itu sedang dihadapi.
sebagai seorang yang buta teknologi meskipun dia adalah Bos teknologi dia merasa tergantung dengan sang teknisi tersebut sehingga dia mengajak teknisi tersebut untuk melihat-lihat server perusahaan dan juga melihat rumah pintar. Server adalah hal paling vital dalam dunia it. Secara tidak sadar Mike telah mempercayakan seluruh aset perusahaan dan termasuk rumahnya kepada sang teknisi. Tanpa diketahui bahwa teknisi tersebut memiliki riwayat yang buruk tidak lebih 8 bulan bekerja banyak perusahaan.
Sadar bahwa kehadiran teknisi semakin jauh ke dalam keluarganya maka Mike bertindak keras dan memecat teknisi dari kerjasama yang telah dijalin.
Mike tidak tahu satu tradisi bahwa hal yang paling ditakuti oleh orang Jepang di perusahaannya adalah teknisi IT. Namun hal ini tidak disadari oleh Mike dia membuat marah sang teknisi dan saat itulah mulai kehancuran demi kehancuran Mike.
Teror demi error Mike dapatkan hingga pada akhirnya ending yang tidak menarik menurut saya.
Detail 
Director: John Moore
Writers: Dan Kay (story by), Dan Kay (screenplay)
Stars: Pierce Brosnan, Jason Barry, Karen Moskow
Cast
Pierce Brosnan … Mike Regan
Jason Barry … Patrick
Brian F. Mulvey … George (as Brian Mulvey)
Martin Hindy … Joey (as Martin ‘Mako’ Hindy)
Rico Hizon … Rico Hizon
Anna Friel … Rose Regan
Stefanie Scott … Kaitlyn Regan
  sumber : http://khedisfile.com/2016/10/05/review-film-i-t-indonesia-mubadzir-pemain/ 
More about → Review film I.T. Indonesia : Mubadzir pemain

Review Film: Comeback Para Monster di Film Kong: Skull Island

Diposting oleh Unknown on Jumat, 14 April 2017

Review Film: Comeback Para Monster di Film Kong: Skull Island

Banyak kejutan baru yang hadir di bulan Maret 2017. Salah satunya lewat hadirnya film Hollywood terbaru berjudul Kong: Skull Island. Cerita ringan, CGI fantastis, dibalut dengan aksi laga menegangkan dijamin akan membuatmu jatuh hati dengan film berformat live action ini. Apalagi melihat jajaran pemainnya yang tidak kalah keren seperti Tom Hiddleston, Brie Larson, Samuel L. Jackson, Toby Kebbel, dan masih banyak lagi.
Kong: Skull Island akan membawa kita menyaksikan serunya perjalanan ekspedisi sebuah tim. Berawal dari rencana Bill Randa (John Goodman) yang memiliki misi terpendam untuk menemukan potensi di pulau antah berantah di kawasan Pasifik. Ia lalu mengajak anak buahnya dan sekawanan tentara yang dipimpin oleh Preston Packard (Samuel L. Jackson). Agar lebih melancarkan misinya, ia mengajak James Conrad (Tom Hiddleston), seorang mantan tentara yang telah dibebas tugaskan. Selain itu ia juga mengajak Mason Weaver (Brie Larson), seorang jurnalis fotografer dengan harapan dapat mempublikasikan penemuan ajaibnya.
John C. Reilly berperan sebagai Hank Marlow, tentara Amerika Serikat yang terjebak di Skull Island selama 28 tahun lamanya.
Sayang rencana Bill Randa harus berakhir pahit. Setibanya di pulau, tim ini malah disambut oleh kemarahan seekor makhluk raksasa bernama Kong. Kemarahannya membuat helikopter yang ditunggangi mereka luluh lantak. Tak hanya itu, Kong juga membunuh anak buah Packard dengan membabi-buta. Kebencian Packard akhirnya membuatnya berambisi untuk membunuh Kong, apapun yang terjadi!
Kebrutalan Kong juga membuat tim terpecah belah. Mereka pun saling melakukan pencarian demi menemukan jalan pulang. Berawal dari sinilah petualangan dimulai.
Comebacknya film monster
Salah satu penampakan monster di film Kong: Skull Island.
Di awal film penonton diajak untuk melihat kebengisan Kong sebagai makhluk raksasa yang super jahat. Kong menyerang membabi-buta dengan siapa pun makhluk yang ditemuinya. Eits, tapi jangan beropini terlalu dini ya. Film ini punya twist yang tak terduga. Selain itu pulau antah-berantah itu ternyata juga dihuni oleh makhluk-makhluk raksasa yang tak kalah menyeramkannya dari Kong.
Selama 2 jam film berjalan, kita akan disuguhi oleh adegan-adegan yang sukses membuat jantung berdegup. Sapuan akting memikat dari para pemainnya dipadu dengan efek CGI yang canggih membuat Kong: Skull Island patut menjadi pilihan film yang sayang untuk dilewatkan. Meski bukan yang terbaik, namun film ini mampu memberikan hiburan tersendiri bagi kamu yang kangen dengan film-film petualangan bertemakan monster.
Brie Larson berperan sebagai Mason Weaver, seorang jurnalis fotografer yang diajak untuk melakukan ekspedisi.

sumber : https://id.bookmyshow.com/blog-hiburan/review-film-comeback-para-monster-di-film-kong-skull-island/
More about → Review Film: Comeback Para Monster di Film Kong: Skull Island

Review Film Logan: Super Sadis, Akhir yang Dramatis

Diposting oleh Unknown

Review Film Logan: Super Sadis, Akhir yang Dramatis

logan poster
Plot dari franchise X-Men dan Origin Wolverine mungkin sedikit membingungkan. Terutama karena setting waktu yang mepunyai alur maju mundur. Untuk film solo Wolverine sendiri bagi saya belum pernah menjadi sangat berkesan, kecuali setelah di instalment terbarunya sekaligus terkahir kali ini yaitu Logan. Film ini benar-benar menjadi klimaks dan membuat penonton terperangah, berdecak kagum, bahkan berakhir dengan haru.
Review Logan
Film ini mengambil latar belakang waktu di tahun 2029, dengan Logan terlihat jauh lebih tua dan payah.  Kondisi mutan tua ternyata juga mirip dengan kondisi manusia normal saat menua. Penyakitan dan tak punya gairah. Lebih parah lagi karena Logan menghabiskan waktunya untuk mabuk-maukan, sembari ia masih merawat profesor Xavier yang sudah renta. Kemampuannya untuk pulih juga tidak sehebat dulu,yang juga sedikit menimbulkan pertanyaan di benak penonton. Karena katanya Logan terkenda virus.
Setelah sebelumnya diceritakan di film X-Men Apocalypse, proyek Transigen yang dilakukan oleh perusahaan Essex untuk menghadirkan mutan baru sebagai senjata mematikan. Kini kekacauan akhirnya benar-benar muncul dan kembali menghantui kehidupan Logan. Muncul seorang anak bernama Laura, yang memiliki kemampuan yang sama dengan Logan, yaitu mengeluarkan cakar adamantium. Dan tentu saja, tim poryek Transigen harus memburu para mutan karena masih disebut sebagai ‘produk gagal’ mereka.
Review Logan 5
Pertarungan Logan atau Wolverine kini jauh lebih beringas dari semua film kemunculannya. Cakar dengan material adamantium ini ditampilkan lebih banyak dalam mengoyak ‘daging’ lawannya. Bahkan bisa dibilang, ini menjadi film bertema superhero yang paling sadis yang pernah kami saksikan. Saya agak ragu apakah film ini bisa dinikmati oleh semua penonton karena fight scene yang terlalu gory.
Review Logan 4
Tapi sutradara James Mangold cukup pandai memainkan emosi penonton. Ia membawa banyak dramatisasi dari adegan-adegan yang mengundang amarah, bagaiamana kekejian para pemburu mutan memperlakukan para mutan seperti binatang. Sehingga, penonton bisa ikut merasakan kemarahan Wolverine yang dengan membabi buta menghajar musuh tanpa ampun saat bertarung. Mungkin ini yang bisa menjadi alasan kenapa adegan bersimbah darah tetap bisa nyaman disaksikan oleh sebagian penonton.
Review Logan 3
Walau disisi lain agak kontroversial karena pemeran Laura Kinney (X23) sendiri masih sangat belia yaitu berusia 11 tahun, harus memainkan aksi yang bisa dibilang lebih pantas di mainkan oleh orang dewasa atau minimal karakter remaja. Tapi secara akting tidak ada yang kurang dari peran Dafne Keen saat berhadapan dengan kamera. Talenta muda ini juga cukup luwes dalam berdialog berbahasa latin dan Inggris, dan juga bahkan untuk aksi laga yang terbilang ekstrim.
Di film ini penonton juga semakin merasakan kedekatan antara Prof Xavier dan Wolverine layaknya seorang ayah dan anak. Memang, kurang lebih sudah 17 tahun, aktor Hugh Jackman dan Patrick Stewart memerankan kedua tokoh sentral di franchise X-Men tersebut, tapi di kali ini keduanya terlihat lebih berinteraksi erat dan penuh drama.
Review Logan 6
Film Logan mungkin juga sukses mengubah stigma penonton akan superhero dari yang pernah kita saksikan sebelumnya dimana konflik datang, lalu superhero mengatur strategi perang dan menang. Di film ini, penonton akan lebih merasakan petualangan panjang yang putus asa tanpa akhir yang benar-benar jelas.
Cerita panjang Logan ditampilkan durasi 2 jam 17 menit, biasanya akan hanya anda dapatkan di film-film nominasi Oscar. Atau mungkin film ini memang sudah lebih dievolusikan untuk menampilkan sesuatu yang benar-benar berbeda. Bukan hanya kesan brutal dan kesan dark dari pertarungan yang dihadirkan, tapi plot cerita yang ditampilkan dengan sangat dramatis berhasil menyentuh simpati penonton. Bagi saya sendiri saat menyaksikan film Logan, mungkin ini jadi seperti sebuah franchise X-Men yang bercampur dengan konsep cerita film Mad Max,OldBoy, hingga,Terminator.
Review Logan 2
Beda dari film-film superhero yang saat ini ada, baik dari DC maupun Marvel, saat menonton film Logan anda seolah bukan lagi menyaksikan film super hero. Film ini tak sekedar seru atau terkesan fun dengan efek visualisasi yang megah, bahkan jauh dari konsep kostum memukau.
Bagi anda yang tidak menyaksikan beberapa sekuel franchise X-Men dan Origin Wolverine sebelumnya, sebenarnya tidak begitu masalah. Karena aksi laganya yang sangat memacu adrenaline pun sudah cukup memukau. Anda tetap bisa menikmati film yang satu ini sebagai sebuah cerita terpisah. Tapi pastinya anda akan lebih banyak mengetahui seluk beluk para mutan dan latar belakang cerita masing-masing jika telah menyaksikan seluruh sekuel film X-Men.
Logan mulai tayang hari ini, 1 Maret 2017 di bioskop-bioskop tanah air.
Video Trailer:
Tanggal rilis: 1 Maret 2017
Durasi: 2 Jam 17 Menit
Rating: Dewasa
Sutradara: James Mangold
Pemain: Hugh Jackman, Patrick Stewart, Dafne Keen,Boyd Hodbrook, Stephan Merchant & Richard E Grant.
Studio: Marvel Entertainment, 20th Century Fox,

sumber : http://www.jagatreview.com/2017/03/review-film-logan-super-sadis-akhir-yang-dramatis/
More about → Review Film Logan: Super Sadis, Akhir yang Dramatis