Tampilkan postingan dengan label game. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label game. Tampilkan semua postingan

Review Bloodborne: Penyiksaan yang Begitu Nikmat!

Diposting oleh Unknown on Jumat, 18 November 2016

Review Bloodborne: Penyiksaan yang Begitu Nikmat!

Bloodborne jagatplay
“Souls” – mendengar nama franchise ini saja sudah cukup untuk menggetarkan hati banyak gamer. Beberapa melihatnya sebagai seri game yang akan menantang dedikasi dan skill Anda sebagai seorang gamer yang sesungguhnya, namun tidak pula sedikit yang memandangnya sekedar sebagai game yang sekedar menjual tingkat kesulitan tidak rasional sebagai daya tarik utama.  Apapun alasannya, sang developer – From Software harus diakui berhasil menjadikan seri Souls – baik Demon Souls ataupun Dark Souls sebagai salah satu game action RPG terbaik di pasaran saat ini. Kekuatan utama di mekanik gameplay yang butuh perhitungan matang, kesabaran, dan proses trial dan error yang intensif membuat setiap keberhasilan, sekecil apapun di game ini, terasa seperti kemenangan besar yang akan selalu mengundang senyum lebar. Dengan popularitas yang begitu besar, tidak heran jika banyak yang menantikan sang proyek suksesor  – Bloodborne.
Dirilis eksklusif untuk Playstation 4, Bloodborne dari From Software menjadi salah satu proyek yang begitu diantisipasi di tahun 2015. Serangkaian trailer dan screenshot awal yang dirilis kian memperkuat hype yang ada, memperlihatkan pengalaman menegangkan dan menakutkan seperti apa yang bisa diantisipasi. Hasilnya? Impresi pertama yang ia tawarkan memang begitu kuat. Ketagihan sejak jam pertama mencicipinya, terlepas dari kematian bertubi-tubi yang harus dihadapi, Bloodborne tampil begitu memesona. Visualiisasi ciamik dengan atmosfer Gothic kentara, desain para musuh dan boss super keren, animasi gerakan yang halus, serta pendekatan gaya gameplay yang berbeda daripada seri Souls menyuntikkan sensasi yang unik. Cinta pada pandangan pertama, kami sudah jatuh hati pada game ini sejak impresi pertama yang ada.
Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bloodborne ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai penyiksaan yang begitu nikmat? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Jalinan cerita di Bloodborne sendiri tidak ditawarkan secara eksplisit. Anda perlu mencari secuil informasi di sana-sini untuk mencari benang merah yang ada.
Jalinan cerita di Bloodborne sendiri tidak ditawarkan secara eksplisit. Anda perlu mencari secuil informasi di sana-sini untuk mencari benang merah yang ada.
Seperti yang mereka lakukan dengan Souls, pendekatan plot di Bloodborne juga tidak disajikan secara eksplisit. Tidak pernah ada benang merah jelas yang sebenarnya apa yang terjadi, terlepas dari beberapa cut-scene yang memang ditawarkan terkadang sebelum atau setelah Anda melawan Boss tertentu, atau ketika Anda baru memasuki area yang asing. Namun semua percakapan dan cut-scene yang ada terlihat seperti puzzle raksasa yang kehilangan bagian terpentingnya. Informasi-informasi ekstra yang berlaku sebagai lem perekat untuk menemukan ceritanya berasal dari kepingan yang bisa Anda temukan di sepanjang perjalanan. Jujur saja, hingga akhir menyelesaikan permainan ini, kami bahkan tidak tahu jelas apa yang sebenarnya tengah terjadi.
Anda berperan sebagai seornag Hunter - yang menuju ke Yharnam untuk "Panacea"-nya yang terkenal.
Anda berperan sebagai seornag Hunter – yang menuju ke Yharnam untuk “Panacea”-nya yang terkenal.
Namun alih-alih bertemu dengan apa yang Anda cari, Yharnam kini justru terlihat seperti mimpi buruk.
Namun alih-alih bertemu dengan apa yang Anda cari, Yharnam kini justru terlihat seperti mimpi buruk.
Yang pasti, Anda berperan sebagai seorang Hunter yang terjebak di sebuah kota misterius bernama Yharnam. Kota dengan arsitektur megah dan memukau ini dipercaya sebagai sebuah kota yang memiliki sebuah Panacea – obat yang mampu menyembuhkan segala penyakit di muka bumi ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika ia menjadi sasaran para peziarah yang berusaha mencarinya. Namun kali ini, Yharnam terlihat begitu berbeda.  Sebuah kejadian misterius membuat begitu banyak penghuninya berubah menjadi makhluk menyeramkan yang membuat penduduk kota harus mengunci di di dalam rumah. Langit berubah, bulan tidak lagi bersinar terang seperti biasanya. Ia kini terlihat memerah.
Penduduk berubah menjadi monster-monster menakutkan.
Penduduk berubah menjadi monster-monster menakutkan.
Apa yang sebenarnya terjadi? Kutukan apa yang menyelimuti kota yang satu ini?
Apa yang sebenarnya terjadi? Kutukan apa yang menyelimuti kota yang satu ini?
Apa yang sebenarnya tengah terjadi? Siapa yang sebenarnya menjadi dalang dari semua misteri ini? Mampukah Hunter Anda bertahan hidup dari semua ancaman yang dilemparkan padanya? Semua jawaban dari misteri bisa Anda temukan dengan memainkan Bloodborne ini.
sumber : jagatplay
More about → Review Bloodborne: Penyiksaan yang Begitu Nikmat!

Review Star Wars Battlefront: Konten Tak Sepadan Harga!

Diposting oleh Unknown


Review Star Wars Battlefront: Konten Tak Sepadan Harga!

Star Wars Battlefront Jagatplay (6)
Akuisisi Disney atas Lucas Arts beberapa tahun yang lalu tak hanya membuat para penikmat film, terutama penggila Star Wars mempertanyakan masa depan film fenomenal yang satu ini. Namun ada sedikit gelombang optimisme bahwa akuisisi ini akan berujung pada sesuatu yang positif, apalagi mengingat apa yang berhasil dicapai Disney lewat franchise superhero Marvel yang secara konsisten menghiasi layar lebar. Dan hal ini terbukti lewat Star Wars Episode VII: The Force Awaken dengan hype besar di tangan sutradara yang tampaknya tepat. Tapi akuisisi ini juga punya pengaruh tersendiri di industri game. Disney langsung menyerahkan hak pengembangan game eksklusif untuk EA selama 10 tahun ke depan, memberikan publisher raksasa ini begitu banyak proyek potensial untuk dikerjakan. Sebuah tantangan yang dijawab EA dengan seri terbaru Star Wars Battlefront.
Anda yang sudah membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah punya cukup sedikit gambaran soal apa yang ditawarkan proyek yang satu ini. Satu yang pasti, ia menawarkan salah satu kualitas visual terbaik di tahun 2015 ini. Penyempurnaan engine Frostbite milik DICE terlihat semakin matang, tak hanya lewat detail tekstur saja, tetapi juga implementasi sistem tata cahaya dan atmosfer yang ditawarkan. Satu yang pasti, Star Wars Battlefront sangat terasa seperti sebuah game Star Wars yang seharusnya, terutama dari kemampuan DICE meracik tiap lokasi pertempuran yang ada. Lebatnya hutan di Endor dan keringnya Tatooine dipresentasikan dengan luar biasa, bahkan bisa dibilang – nyaris sempurna. Namun tentu saja, video game tak pernah sekedar soal visual dan presentasi semata. Karena pada akhirnya, semuanya mengarah pada aspek yang seharusnya lebih penting, seperti gameplay dan konten.
Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Star Wars Battlefront ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai proyek yang menawarkan konten tak sepadan harga? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Tanpa Mode Campaign


Full multiplayer, Star Wars Battlefront hadir tanpa mode campaign.
Full multiplayer, Star Wars Battlefront hadir tanpa mode campaign.
Maka berbeda dengan review-review JagatPlay pada umumnya, kami tak akan membicarakan aspek “plot” sama sekali untuk Star Wars Battlefront. Bukan karena kami takut bahwa ia tak bisa terhindarkan dari spoiler dan berakhir menghancurkan pengalaman bermain Anda, tetapi sesederhana karena DICE sendiri memang tak menyertakan mode campaign sama sekali di sini. Star Wars Battlefront adalah sebuah game yang memang didesain untuk menjadikan multiplayer sebagai fokus utama.
Selain beragam mode multiplayer yang ada, memang ada beberapa misi yang didesain untuk bisa dimainkan seorang diri. Ada mode Training, Battle, dan Survival yang kesemuanya bisa dimainkan seorang diri melawan AI yang ada. Ia juga bisa mencicipinya sebagai sebuah mode kooperatif bersama dengan teman dalam list Friends Anda. Namun sayangnya, hanya itulah peran mode “single player” ini. Tiap darinya tidak dibalut dengan cerita sama sekali, hanya segilintir cut-scene untuk jadi pondasi dasar apa yang sebenarnya tengah terjadi.

Ia memang memuat beberap mode single player / multiplayer kooperatif, namun dengan pondasi cerita minim.
Ia memang memuat beberap mode single player / multiplayer kooperatif, namun dengan pondasi cerita minim.
Dihiasi cut-scene pendek, mode survival akan langsung membawa Anda pada pertempuran untuk mempertahankan hidup dari gelombang musuh.
Dihiasi cut-scene pendek, mode survival akan langsung membawa Anda pada pertempuran untuk mempertahankan hidup dari gelombang musuh.
Semakin kami mencicipi mode multiplayernya, semakin kami menyayangkan game ini tak menawarkan mode campaign sama sekali yang seharusnya, potensial.
Semakin kami mencicipi mode multiplayernya, semakin kami menyayangkan game ini tak menawarkan mode campaign sama sekali yang seharusnya, potensial.
Sesuatu yang sangat disayangkan, tentu saja. Mengapa? Karena seiring dengan berjalannya waktu permainan kami di multiplayer, Star Wars Battlefront benar-benar memperlihatkan potensi untuk tampil sebagai sebuah game dengan mode campaign yang menawan, terlepas dari apakah Anda berperan sebagai karakter ikonik dari franchise raksasanya atau sekedar pasukan remeh temeh dari pihak Rebels ataupun Imperial. Kualitas visual menawan, atmosfer yang tepat, desain dunia yang luar biasa, DICE “hanya” perlu meracik sedikit garis cerita dan membalutnya dengan dramatisasi di sana sini atau mungkin mengadaptasi secuil bagian dari enam episode Star Wars untuk membuatnya tampil menawan. Sebuah nilai jual ekstra yang cukup untuk membuat para penggemar jatuh hati atau justru menarik para “pendatang baru” ke franchise ini. Sebuah kesempatan yang sayangnya, terlewatkan begitu saja.
sumber : jagatplay
More about → Review Star Wars Battlefront: Konten Tak Sepadan Harga!

Review Fallout 4: Tak Sefantastis yang Dibayangkan!

Diposting oleh Unknown

Review Fallout 4: Tak Sefantastis yang Dibayangkan!

Fallout 4 jagatplay (2)
Hype, kata yang satu ini tampaknya sudah cukup untuk menggambarkan posisi Fallout 4 di mata gamer saat ini. Bagaimana tidak? Menjadi salah satu game yang paling diminta dari Bethesda sejak eksistensi Skyrim yang fenomenal, Fallout 4 akhirnya diperkenalkan kepada publik dengan cara yang tidak biasa. Berbeda dengan proyek kebanyakan yang biasanya diumumkan 1-2 tahun sebelum rilis untuk memancing lebih banyak perhatian, Bethesda cukup optimis bahwa Fallout 4 hanya butuh waktu beberapa bulan sebelum rilis. Optimisme yang terbayar manis. Hanya dalam hitungan hari sejak rilis, ia memang menorehkan angka penjualan yang luar biasa. Angka yang bahkan cukup untuk membuat pengunjung situs dewasa menurun dengan jumlah yang cukup signifikan.
Fallout 4 memang hampir memenuhi semua harapan gamer. Sebuah dunia post-apocalyptic yang tak hanya dilukiskan dengan atmosfer yang tepat, namun dengan sistem pertempuran yang terasa jauh lebih dinamis. Anda yang sudah membaca preview kami sebelumnya tentu sudah punya sedikit gambaran apa yang ditawarkan Bethesda di game yang satu ini. Ada beberapa kritik memang, termasuk dari visual yang tak sebanding dengan game-game AAA kebanyakan saat ini,  luas peta, hingga variasi misi sampingan yang terkesan membosankan.
Bukan perkara mudah untuk “menjadi” Bethesda saat ini, karena ekspektasi terhadap kualitas Fallout 4 memang berada di puncak tertinggi. Banyak gamer, termasuk kami, yang mengharapkan sebuah kuliatas yang fantastis, apalagi mengingat bahwa ia harus bersaing dengan game RPG memesona sekelas The Witcher 3: Wild Hunt dan Pillars of Eternity tahun ini.
Lantas, apa yang sebenarnya yang ditawarkan oleh Fallout 4? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sefantastis yang dibayangkan?

Plot

Walaupun didasarkan pada lokasi di dunia nyata, Fallout mengusung timeline fiktif yang berbeda. Ditemukannya tenaga nuklir benar-benar melambungkan teknologi yang dicapai manusia.
Walaupun didasarkan pada lokasi di dunia nyata, Fallout mengusung timeline fiktif yang berbeda. Ditemukannya tenaga nuklir benar-benar melambungkan teknologi yang dicapai manusia.
Sebelum kita mulai lebih jauh membahas Fallout 4, Anda yang belum familiar dengan franchise ini harus mengerti bahwa terlepas dari dunia yang kita bagi, Fallout 4 menawarkan “alternatif” cerita yang berbeda. Setelah dunia menemukan tenaga nuklir, dunia “versi” Fallout 4 menggunakan sumber energi baru dengan sangat efektif, hingga mereka mendapatkan lompatan teknologi yang begitu signifikan. Nuklir menjadi sumber energi untuk banyak hal, bahkan menjadi pondasi untuk teknologi sehari-hari. Namun sayangnya, efektivitas ini tak berbanding lurus dengan sumber daya alam yang terus terkuras untuk menunjangnya. Hasilnya? Perang besar untuk memperebutkan resource pun terjadi yang juga sayangnya, berakhir nuklir. Tahun 2077, bumi tak lagi sama.
Kemajuan teknologi yang pesat membuat manusia memangsa sumber daya begitu cepat. Dan ketika kian kritis? Seperti yang bisa diprediksi, perang untuk memperebutkannya. Namun skala bahayanya begitu tinggi mengingat senjata nuklir yang sudah pasti terlibat.
Kemajuan teknologi yang pesat membuat manusia memangsa sumber daya begitu cepat. Dan ketika kian kritis? Seperti yang bisa diprediksi, perang untuk memperebutkannya. Namun skala bahayanya begitu tinggi mengingat senjata nuklir yang sudah pasti terlibat.
Anda berperan sebagai sebuah keluarga kecil yang diselamatkan Vault-Tec dari perang nuklir dengan akses ke bunker bawah tanah berteknologi tinggi - Vault 111.
Anda berperan sebagai sebuah keluarga kecil yang diselamatkan Vault-Tec dari perang nuklir dengan akses ke bunker bawah tanah berteknologi tinggi – Vault 111.
Di bulan Oktober 2077, Anda adalah keluarga Amerika Serikat yang bahagia dengan begitu banyak mimpi indah, apalagi dengan sang anak yang kini melengkapi. Sayangnya, kebahagiaan ini tak berlangsung lama. Dengan perang nuklir yang tak lagi terhindarkan, Anda terpilih oleh perusahaan bernama Vault-Tec sebagai salah satu pengungsi yang berhak untuk menempati Vault 111. Vault sendiri merupakan area dengan sistem pertahanan tinggi yang diklaim memang didesain untuk menyelamatkan sebanyak mungkin penduduk Amerika jika perang nuklir memang terjadi. Bersama dengan keluarga Anda, Vault 111 jadi satu-satunya solusi untuk terus bermimpi.
Namun sayangnya, alih-alih kehidupan yang baru, Vault-Tec justru meminta semua penghuninya melewati proses tidur Cyrogenic yang panjang tanpa ada penjelasan pasti. Anda sendiri ditidurkan berseberangan dengan pod sang suami/istri bersama bayi Anda yang sangat kecil. Namun di suatu ketika, Anda tiba-tiba terbangun tanpa pernah ada kejelasan apa yang sebenarnya terjadi. Terkurung, Anda harus menyaksikan dua orang asing yang entah datang dari mana membunuh pasangan Anda dan mengambil bayi yang Anda kasihi. Sebelum Anda bisa mengambil tindakan apapun, pod cyro ini kembali aktif dan Anda tertidur.
Dipaksa tidur Cyro, Anda tiba-tiba terbangun dan melihat dua orang asing yang membunuh pasangan Anda dan mengambil anak Anda tercinta - Shaun.
Dipaksa tidur Cyro, Anda tiba-tiba terbangun dan melihat dua orang asing yang membunuh pasangan Anda dan mengambil anak Anda tercinta – Shaun.
210 tahun setelah tertidur, Anda akhirnya terbangun dan siap merantau di kerasnya dunia post-apocalyptic dengan satu misi utama - menemukan Shaun!
210 tahun setelah tertidur, Anda akhirnya terbangun dan siap merantau di kerasnya dunia post-apocalyptic dengan satu misi utama – menemukan anak Anda!
Mata Anda kembali terbuka kembali tanpa ada alasan yang pasti. Sang pod tiba-tiba terbuka, Anda menjadi satu-satunya orang yang selamat dari Vault 111. Tak ada yang tahu sudah berapa lama Anda tertidur, namun satu yang pasti, ini bukan lagi dunia di tahun 2077 seperti yang Anda kenal. Ini adalah Boston di tahun 2287, dan Anda resmi berusia 210 tahun. Terlepas dari semua makhluk aneh, radiasi, dan organisasi yang harus Anda hadapi, fokus Anda hanya satu – menemukan bayi Shaun yang sudah diambil paksa dari Anda.
Tantangan seperti apa yang harus Anda hadapi?
Tantangan seperti apa yang harus Anda hadapi?
Mampukah karakter Anda menemukan Shaun? Tantangan seperti apa saja yang harus ia hadapi untuk mencapai misinya tersebut? Siapa pula yang menculiknya dari Vault 111? Jawaban dari pertanyaan ini akan bisa Anda dapatkan dengan memainkan Fallout 4 ini.
sumber : jagatplay
More about → Review Fallout 4: Tak Sefantastis yang Dibayangkan!

Review No Man’s Sky: Eksekusi Tak Sesuai Ambisi!

Diposting oleh Unknown

Review No Man’s Sky: Eksekusi Tak Sesuai Ambisi!

No Mans Sky jagatplay PART 1 (12)
Bagaimana reaksi Anda jika seperti halnya seorang penjual obat mujarab di tepi jalan, kami menawarkan kepada Anda sebuah game yang tiada duanya. Tidak seperti game-game lain yang bergerak linear, dangkal, dan menjadikan kekerasan sebagai solusi  untuk hampir semua masalah yang ada, game ini akan memberikan Anda sebuah pengalaman gaming yang tiada duanya. Mengobati kerinduan sebuah generasi manusia yang tak punya kesempatan untuk menjelajahi angkasa, sebuah game yang memungkinkan Anda untuk menjelajahi luasnya semesta dan singgah di setiap planet dari lebih 18 quintillion tentu jadi godaan yang tak bisa ditolak. Apalagi sang developer di kala itu juga menyebut bahwa Anda akan berbagi semua pencapaian Anda dengan semua gamer di seluruh dunia. Dengan semua fakta ini, gamer mana yang tak akan tertarik dengan No Man’s Sky.
Setelah mengalami beberapa kali proses penundaan dengan beragam alasan, kesempatan untuk mencicipi No Man’s Sky secara langsung akhirnya mengemuka minggu lalu. Game yang begitu dinantikan ini akhirnya bisa kami cicipi langsung. Anda yang sempat membaca artikel preview kami sebelumnya, tentu sudah punya sedikit gambaran soal apa yang ia tawarkan. Di satu  sisi, ia memang memperlihatkan sebuah pencapaian teknologi yang pantas untuk diacungi jempol, terutama dari fakta bahwa Anda bisa masuk ke dalam sebuah planet yang dibangun dengan skala besar, menembus atmosfer, kembali ke angkasa, dan menjelajahi sistem bintang yang lain tanpa waktu loading yang kentara sama sekali. Namun di sisi lain, kami juga menyoroti bahwa gameplay yang ia tawarkan tak akan cocok untuk beberapa jenis gamer, terutama untuk Anda yang mudah bosan.
Lantas, bagaimana dengan keseluruhan pengalaman yang ditawarkan oleh No Man’s Sky itu sendiri? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game yang menawarkan eksekusi tak sesuai ambisi? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Sejak pertama kali diperkenalkan, misi utama di No Man's Sky selalu tentang menuju pusat semesta.
Sejak pertama kali diperkenalkan, misi utama di No Man’s Sky selalu tentang menuju pusat semesta.
Jadi, apakah No Man’s Sky punya plot? No Man’s Sky memang tidak menawarkan sebuah garis cerita yang jelas dan definitif untuk Anda ikuti. Tak seperti desain game pada umumnya yang biasanya membangun narasi dengan memperkenalkan siapa sebenarnya Anda, mengapa peran Anda begitu signifikan, apa misi utama Anda, dan ancaman terbesar seperti apa yang harus Anda hadapi, No Man’s Sky dibangun tanpa itu semua. Sejak awal permainan, Anda hanya diberikan sebuah pesawat dan beberapa misi kecil yang mempersiapkan Anda untuk menjelajahi bintang. Walaupun demikian, masih ada lore yang bisa Anda cerna dari beragam konten yang ada.
Walaupun tak ada satu garis cerita yang pasti, No Man’s Sky masih memiliki pondasi lore untuk hampir semua elemen yang akan Anda temui di sepanjang perjalanan, dari ras alien, teknologi kuno, hingga beragam benda misterius yang tak pernah Anda prediksi sebelumnya. Seperti yang sempat disampaikan oleh Hello Games sejak awal, misi game ini adalah meminta Anda untuk bergerak ke tengah semesta yang dipresentasikan dengan sebuah bola cahaya raksasa nan terang di antara gugus bintang yang ada. Anda bisa menggunakan cara Anda sendiri untuk menempuhnya atau ikut satu dari tiga Path yang disediakan untuk metode yang lebih jelas.
Anda tak akan menemukan penjelasan yang definitif soal siapa Anda dan apa yang sebenarnya terjadi.
Anda tak akan menemukan penjelasan yang definitif soal siapa Anda dan apa yang sebenarnya terjadi.
Beberapa karakter atau objek yang Anda temukan tentu punya porsi cerita yang cukup signifikan.
Beberapa karakter atau objek yang Anda temukan tentu punya porsi cerita yang cukup signifikan.
Beberapa di antaranya bahkan akan menentukan metode penyelesaian misi seperti apa yang akan Anda dapatkan.
Beberapa di antaranya bahkan akan menentukan metode penyelesaian misi seperti apa yang akan Anda dapatkan.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di No Man’s Sky? Apa yang akan Anda temukan di tengah semesta ini? Hal unik apa yang akan ditawarkan oleh masing-masing jalur cerita yang ada, termasuk salah satunya yang memuat soal Black Hole? Semua jawaban ini bisa Anda temukan dengan memainkan No Man’s Sky itu sendiri. Satu yang pasti, ini bukanlah tipe game konvensional yang bisa Anda “kejar” membabi buta dengan tujuan hanya untuk menyelesaikannya. Daya tariknya justru mengakar dari kenikmatan bermain pelan, dan menikmati planet atau galaksi seperti apa yang Anda temui
sumber : jagatplay
More about → Review No Man’s Sky: Eksekusi Tak Sesuai Ambisi!

Civilization V – Berbahaya! Dapat Menyebabkan Kecanduan!

Diposting oleh Unknown


Civilization V – Berbahaya! Dapat Menyebabkan Kecanduan!

Demonstrasi massa merupakan hal yang mulai terasa wajar di Indonesia belakangan ini. Tentunya Anda mengetahui sebab utama pemusatan massa besar-besaran semacam itu terjadi, bukan? Semua itu terjadi karena mereka tidak puas dengan kinerja pemerintah dalam menjalankan negara ini. Lalu, bagaimana jika Anda diberi kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin negara dan menjalankannya dari awal berdiri hingga akhir masa? Apakah Anda akan menghasilkan negara yang lebih baik? Itulah yang akan Anda temui dalam game ini!
Civilization V merupakan jajaran game terbaru dari seri game Civilization yang telah malang melintang di dunia game semenjak tahun 1990. Seperti cuplikan yang telah kami berikan di atas, Anda akan mengembangkan sebuah bangsa dari zaman purba hingga masa depan. Walaupun terdengar sangat rumit, Anda sebenarnya tidak menjalankan berbagai faktor kenegaraan yang rumit. Game ini secara garis besarnya hanya meminta Anda untuk memutuskan beberapa hal yang membuat bangsa Anda berjalan, seperti memutuskan teknologi yang akan diteliti, bangunan yang akan didirikan di kota Anda, unit yang akan dilatih, diplomasi, dan infrastruktur apa yang akan Anda bangun di sekitar kota Anda.
Kualitas tampilannya semakin halus dibanding seri game sebelumnya

Pilih sendiri bangsamu

Anda sudah bisa membayangkan seperti apa game ini berjalan? Tidak serumit yang Anda kira, bukan? Nah, setelah ketakutan akan kerumitan game ini tersingkir dari benak Anda, mari kita membicarakan mengenai bagaimana game ini dimainkan. Mulanya, Anda harus memilih salah satu dari 18 kebudayaan yang akan menjadi bangsa Anda. Kebudayaan yang tersedia di sini adalah yang dapat digolongkan menonjol di dunia pada zaman sebelum abad pertengahan. Sebagai contoh, Anda dapat menemukan bangsa Amerika, Inggris, Rusia, Jerman, Cina, dan Jepang. Setiap bangsa tersebut juga memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya menarik untuk dimainkan.
Seperti apa keunikan bangsa yang dapat Anda mainkan? Baiklah, sebagai contoh mari kita lihat bangsa Jepang. Bangsa ini memang sejak dahulu kala terkenal dengan kemampuan ekspansinya yang tidak kenal lelah. Oleh karena itu, bangsa Jepang memiliki militer yang kuat dan juga memiliki unit khusus “Samurai” yang sangat kuat! Contoh lain yang dapat Anda temukan adalah bangsa Inggris. Bangsa ini sangat baik dalam bidang kelautan. Jadi, Anda akan mendapatkan teknologi awal yang berhubungan dengan laut dan perahu Anda dapat berjalan lebih jauh daripada bangsa lain. Semua keunikan tersebut membuat game ini memberikan pengalaman yang berbeda di setiap bangsa yang dimainkan. Mengapa demikian? Karena gaya bermain Anda akan ditentukan dari keunikan tersebut!
Setiap hex memiliki nilai sumber daya yang akan membantu perkembangan kota Anda
sumber : jagatreview
More about → Civilization V – Berbahaya! Dapat Menyebabkan Kecanduan!

Review Hotline Miami 2 – Wrong Number: Brutal dan Menyenangkan!

Diposting oleh Unknown

Review Hotline Miami 2 – Wrong Number: Brutal dan Menyenangkan!

Hotline Miami 2 jagatplay (1)
Ada begitu banyak elemen yang  menjadi standar bagi gamer untuk menilai apakah sebuah game memang pantas untuk dinikmati atau tidak? Sebagian menjadikan cerita sebagai prioritas, sebagian memilih betapa menyenangkan atau menantangnya gameplay yang ditawarkan, namun tidak sedikit yang sekedar mengacu pada seberapa indah kualitas visual yang disuntikkan developer. Sangat sulit untuk menemukan game yang mampu memadukan ketiganya di dalam satu proyek yang sama. Namun tidak sedikit game indie yang berhasil mengeksekusi semua elemen ini dengan hasil yang luar biasa? Salah satunya adalah proyek ambisius dari Dennaton Games – Hotline Miami.
Game yang satu ini memang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Ia mungkin hadir dengan visualisasi penuh piksel yang terlihat ketinggalan zaman, namun keputusan untuk mempertahankan cita rasa klasik ini justru menyempurnakan tema utama yang ingin mereka usung. Gameplay yang butuh koordinasi mata tangan yang tepat, tingkat kesulitan tinggi, cerita yang kompleks, musik super keren, dan karakterisasi kuat ini membuat banyak gamer jatuh hati. Tidak mengherankan jika banyak gamer yang mengantisipasi hadirnya Hotline Miami 2 yang akhirnya dirilis ke pasaran. Seperti yang bisa diprediksi, ia tetap hadir dengan kualitas yang tidak kalah luar biasa, bahkan untuk sebuah seri sekuel yang terlihat berbeda secara visual.
Lantas, apa yang ditawarkan oleh Hotline Miami 2: Wrong Number ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang brutal dan menyenangkan?

Plot

Seri kedua ini bertindak sebagai prekuel dan sekuel untuk seri pertamanya, dengan jalinan cerita yang cukup kompleks.
Seri kedua ini bertindak sebagai prekuel dan sekuel untuk seri pertamanya, dengan jalinan cerita yang cukup kompleks.
Ia mungkin datang dengan kualitas visual yang terasa “main-main”, namun Hotline Miami boleh terbilang sebagai salah satu game action dengan plot yang cukup kompleks. Hal yang tidak banyak berbeda diterapkan di seri kedua ini. Belum pernah memainkan sang seri pertama sebelumnya? Saran kami adalah menjajalnya sebelum beralih ke seri sekuel ini, setidaknya untuk meminimalisir sedikit rasa kebingungan yang tampaknya tidak terhindar. Seperti seri pertamanya, garis cerita Hotline Miami 2 akan dibangun dari perspektif begitu banyak karakter.
Kisah pembunuhan yang dilakukan Jacket di seri pertama kini jadi perhatian berita nasional.
Kisah pembunuhan yang dilakukan Jacket di seri pertama kini jadi perhatian berita nasional.
"Richard"
“Richard”
Ia akan mengambil garis cerita sebelum dan sesudah Hotline Miami pertama, bertindak sebagai prekuel dan sekuel, menjelaskan beragam misteri yang tidak dijawab di seri pertamanya. Setelah berhasil menghancurkan gang Russia dibawah pengaruh manipulasi organsisasi misterius bernama 50 Blessings, Jacket kini tengah melewati proses hukum di tengah sorot media nasional. Di tengah sidang ia kembali bertemu dengan “Richard” – sang kepribadian dengan topeng ayam-nya yang khas. Namun tidak lagi hanya pada Jacket, “Richard” mulai muncul di benak karakter lain yang sempat bersinggungan di event 50 Blessings yang lalu.
Benang merah cerita ditarik dari kacamata beberapa karakter, termasuk kelompok bertopeng bernama The Fans ini.
Benang merah cerita ditarik dari kacamata beberapa karakter, termasuk kelompok bertopeng bernama The Fans ini.
Bagaimana semua karakter ini akan berhubungan satu sama lain? Terlepas dari visualnya yang terasa "main-main", Hotline Miami 2 menawarkan garis cerita kuat dan kompleks.
Bagaimana semua karakter ini akan berhubungan satu sama lain? Terlepas dari visualnya yang terasa “main-main”, Hotline Miami 2 menawarkan garis cerita kuat dan kompleks.
Cerita Hotline Miami 2 akan terbagi lewat sudut pandang beberapa karakter. Belum cukup kompleks? Ia juga akan terdiri dari beragam event dari rangkaian waktu yang juga berbeda, cukup membingungkan, memang. Anda akan berperan sebagai Martin Brown,  The Fans yang terdiri dari Tony, Mark, Alex and Ash, dan Corey, Manny Pardo, Jake, The Son, The Henchman, Evan The Writer, Nicklas the Soldier, dan Ritcher.
Cerita seperti apa yang akan mengaitkan begitu banyak karakter ini? Seperti apa pengaruh yang disematkan oleh “Richard”? Takdir apa yang menghubungkan setiap darinya dengan Jacket? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan Hotline Miami 2 ini.
sumber ; jagatplay
More about → Review Hotline Miami 2 – Wrong Number: Brutal dan Menyenangkan!

Review Batman – The Telltale Series: Memanusiakan Pahlawan!

Diposting oleh Unknown

Review Batman – The Telltale Series: Memanusiakan Pahlawan!

Batman Telltale Eps 1 jagatplay (3)
Telltale Games, nama developer yang satu ini memang berhasil meraih popularitas cepat di industri game selama beberapa tahun terakhir ini. Mereka secara konsisten “bermain” di genre interactive story yang berhasil memikat minat banyak publisher dan pemilik franchise. Dari The Walking Dead season pertama yang meremukkan hati, Telltale tampaknya berhak menyandang predikat sebagai salah satu developer paling sibuk saat ini. Meracik semesta yang sudah ada dan membangun latar belakang cerita yang tak pernah Anda bayangkan sebelumnya, mereka bahkan dipercaya menangani Borderlands, Game of Thrones, hingga yang terbaru – Batman. Untuk nama yang terakhir, si episode pertama yang cukup diantisipasi ini akhirnya dilepas ke pasaran.
Maka seperti formula yang bisa Anda antisipasi dari sebagian besar game Telltale yang ada, Batman: The Telltale Series episode pertama ini mengusung mekanik gameplay yang hampir banayk serupa. Anda akan berhadapan dengan serangkaian pembicaraan dan opsi pilihan, yang nantinya akan menentukan respon seperti apa yang Anda dapatkan atau bahkan menentukan kemana arah cerita bergerak. Tentu saja, untuk memastikan tema Batman yang tepat sasaran, mereka juga harus menyuntikkan beberapa fitur baru yang mampu menangkap esensi dari aksi sang Ksatria Kegelapan tersebut. Apalagi, ini akan jadi  momen dimana Anda bisa memerankan sosok di balik topeng tersebut lebih banyak daripada aksinya sebagai seorang superhero.
Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Batman: The Telltale Series ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game yang memanusiakan pahlawan? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Berita baik untuk Anda yang sudah muak dengan origin story-nya, episode pertama ini akan langsung membawa Anda pada sosok Batman yang berpengalaman.
Berita baik untuk Anda yang sudah muak dengan origin story-nya, episode pertama ini akan langsung membawa Anda pada sosok Batman yang berpengalaman.
Berita baik untuk Anda yang sudah muak, Anda tak akan lagi berhadapan dengan cerita asal muasal “lahirnya” Batman yang sepertinya sudah melewati begitu banyak proses pengulangan di beragam media yang ada. Tak ada lagi scene di gang gelap yang menewaskan Thomas dan Martha Wayne lagi atau sosok Bruce Wayne kecil yang terobsesi dengan kelelawar dan memutuskan untuk menjadikan binatang tersebut sebagai simbolnya melawan kejahatan di Gotham. Kita langsung masuk ke dalam cerita Batman yang selama ini kita kenal.
Bruce mulai berusaha mengubah Gotham dengan memercayakannya pada sosok Harvey Dent.
Bruce mulai berusaha mengubah Gotham dengan memercayakannya pada sosok Harvey Dent.
Berbeda dengan game Batman pada umumnya, sosok di balik topeng inilah yang jadi fokus Telltale saat ini.
Berbeda dengan game Batman pada umumnya, sosok di balik topeng inilah yang jadi fokus Telltale di seri ini.
Bruce Wayne  sepertinya mengerti bahwa sosok Batman saja tak akan bisa menjamin bahwa Gotham bisa berubah menjadi lebih baik, terlepas seberapa kerasnya ia berusaha.  Tingkat kriminal memang sudah menurun, namun ia harus mengakomodasi mereka yang masih bersih untuk menjaga Gotham dari dalam. Dan tak ada lagi sosok yang lebih baik selain Harvey Dent, yang ia dukung untuk menjadi Mayor. Dent yang bersih dan tak bisa dibengkokkan menjadi tumpuan harapan baru Wayne. Salah satu ambisi awalnya? Menutup Arkham Asylum dan membangun fasilitasi medis yang lebih baik untuk memastikan penjahat-penjahat Gotham dengan penyakit psikologisnya bisa disembuhkan. Satu langkah awal menuju Gotham yang lebih aman.
Usaha Wayne ini tentu saja tak akan mudah, apalagi dengan benturan kepentingan yang ada, bahkan dari sisi politik.
Usaha Wayne ini tentu saja tak akan mudah, apalagi dengan benturan kepentingan yang ada, bahkan dari sisi politik.
Tantangan seperti apa yang harus dilalui Bruce Wayne sebagai dirinya sendiri dan Batman?
Tantangan seperti apa yang harus dilalui Bruce Wayne sebagai dirinya sendiri dan Batman?
Namun seperti yang bisa diprediksi, perjalanan ini tak mudah. Bruce Wayne harus berhadapan dengan begitu banyak ancaman baik sebagai dirinya sendiri ataupun sebagai identitas rahasianya – Batman. Ia mulai harus berkompromi dengan keluarga mafia terbesar Gotham untuk sekedar memastikan Harvey aman, bertarung dengan Catwoman karena berbagi ketertarikan pada informasi yang sama, hingga berhadapan dengan Cobblepot – teman masa kecilnya yang kini tumbuh menjadi sosok pria yang tak lagi ia kenal. Episode 1 seri ini dibangun untuk membangun basis dari beragam konflik yang harus Anda selesaikan, walaupun harus diakui, masih belum jelas mana yang akan tumbuh sebagai motor penggerak cerita utama.
Lantas, konflik seperti apa yang harus dilewati oleh Bruce Wayne? Bagaimana pula sosok Batman masuk di dalam cerita ini? Cerita menggantung seperti apa yang ia tawarkan untuk membuat Anda mengantisipasi episode 2 nantinya? Semua pertanyaan tersebut bisa Anda jawab dengan memainkan Batman: The Telltale Series episode pertama ini.
sumber : jagatplay
More about → Review Batman – The Telltale Series: Memanusiakan Pahlawan!

Review Gears of War – Judgement: Hadir Dengan Tantangan Ekstra!

Diposting oleh Unknown

Review Gears of War – Judgement: Hadir Dengan Tantangan Ekstra!


Jika kita membicarkan salah satu game third person shooter terbaik di industri game, maka nama Gears of War memang tidak mungkin dipisahkan darinya. Game racikan Epic Games dan dirilis eksklusif untuk konsol Microsoft ini memang  menjadi salah satu standar akan sebuah game aksi yang berkualitas. Brutal dengan aksi yang terus bergerak mengalir akan memaksa adrenalin gamer terus terpompa kencang. Tidak ada waktu istirahat untuk sekedar menikmati indahnya setting yang ditawarkan. Setelah kesuksesan ketiga seri sebelumnya yang berakhir dengan ending yang boleh dikatakan cukup memuaskan, Epic kembali menawarkan sebuah seri Gears of War yang lain lewat sebuah seri terpisah bertajuk Judgement. Namun tidak dipaksakan sebagai sebuah sekuel untuk plot yang telah berakhir, Judgement menawarkan sudut pandang yang berbeda.
Anda yang sudah membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah memiliki sedikit gambaran tentang apa yang sebenarnya ditawarkan oleh seri yang satu ini. Seperti nilai jual yang sempat ditawarkan oleh tiga seri sebelumnya, Gears of War: Judgeent masih mampu mempertahankan identitasnya sebagai salah satu game eksklusif konsol dengan kualitas visualisasi terbaik. Walaupun tidak lagi mengusung Marcus Fenix sebagai kekuatan utama, namun apa yang ditawarkan dari karakter yang hanya menjadi sidekick di masa lalu ini ternyata tidak membuat gaya Gears of War berubah secara signifikan. Anda yang sudah familiar dengan franchise ini sebelumnya akan dengan sangat mudah menemukan kembali feel dan menguasai seri ini dengan cepat.
Lantas bagaimana dengan keseluruhan performa Gears of War: Judgement? Apa yang membuat kami menyebutnya sebagai sebuah seri Gears of War dengan tantangan ekstra?

Plot

Anda akan berperan sebagai Kilo Squad yang terdiri dari Baird, Cole, Sofia, dan Paduk.
Hadir dalam timeline sebelum Gears of War pertama, Anda tidak lagi berperan sebagai sang karakter ikonik – Marcus Fenix. Anda kini akan menapaki jejak pertempuran Kilo Squad – unit khusus COG yang berperan besar dalam perang pertama melawan para Locust yang baru memulai invasinya terhadap Sera. Anda yang sudah familiar dengan franchise ini tentu mengenali beberapa anggota dari Kilo Squad ini: Damon Baird, Cole Train, Sofia Hendirk, dan Garron Paduk. Gears of War: Judgement sendiri akan dimulai dengan sebuah alur yang berkebalikan, dimana Anda akan bertemu dan berhadapan dengan sebuah pengadilan yang tengah berlangsung. Alasan di balik pengadilan ini perlahan namun pasti akan terbuka seiring dengan progress permainan Anda.
Bergerak dalam alur timeline yang mundur, Gears of War: Judgement akan dibuka dengan adegan pengadilan terhadap Kilo Squad. Anda akan dibawa ke masa lalu untuk menyusuri misteri apa yang sebenarnya terjadi.
All hail General Karn!
Sayangnya keinginan Kilo Squad untuk menghabisi Karn bertentangan dengan perintah sang atasan yang begitu berniat untuk mengeksekusi mereka – Loomis
Seiring dengan progress cerita yang ada, Anda tidak hanya akan berperan sebagai Baird sendiri. Anda akan secara bergiliran berperan sebagai setiap anggota Kilo Squad yang ada.
Bertempur melewati Halvo Bay di awal permainan, Kilo Squad terperangkap dalam konflik yang jauh lebih dalam daripada sekedar menyelesaikan misi utama mereka. Bertemu dengan sang Jenderal Locust yang menyeramkan – General Karn, Kilo Squad bertekad untuk memberikan impact yang fatal untuk lawan mereka yang satu ini. Melawan perintah sang atasan – Loomis yang mengancam akan mengeksekusi mereka, Kilo Squad tidak lantas mundur. Berbekalkan senjata mutakhir – Lightmass missile yang dipercaya dapat memukul mundur Karn, pertempuran besar penuh keberanian pun dimulai. Baird, Cole, Paduk, dan Sofia membuktikan diri mengapa mereka pantas untuk disandingkan dengan kisah heroik dari Fenix.
Is that Marcus Fenix?
Selain campaign utama yang menceritakan prekuel ini, Gears of War: Judgement juga menawarkan sebuah mode ekstra – Aftermath yang membawa pertempuran Gears of War 3 ke dalamnya. Lewat kacamata Baird, Cole, dan Paduk, dan Carmine, Anda akan bertempur dalam sisi cerita yang lain, menegaskan peran keempat karakter side-kick ini untuk mendukung perang besar yang tengah digalakkan oleh Fenix. Apresiasi atas kemenangan COG yang tidak hanya berada di pundak karakter ikonik yang satu ini, tetapi juga semua pihak yang juga mengorbankan begitu banyak hal untuk mencapai misi dan visi yang sama.
sumber : jagatplay
More about → Review Gears of War – Judgement: Hadir Dengan Tantangan Ekstra!

Review Watch Dogs: Tidak Seunik yang Dibayangkan!

Diposting oleh Unknown on Kamis, 17 November 2016

Review Watch Dogs: Tidak Seunik yang Dibayangkan!

Watch Dogs Part 2 (88)
Salah satu game yang paling diantisipasi di tahun 2014, predikat yang satu ini memang pantas untuk dilayangkan kepada Watch Dogs. Setelah trailer pengenalan yang tampil begitu memesona di ajang E3 2012 yang lalu, Ubisoft seolah berhasil menetapkan standar baru untuk game yang pantas disebut sebagai “generasi selanjutnya”. Grafis yang memesona, gameplay bertema hacking yang belum pernah ditempuh oleh franchise apapun, serta karakter yang terlihat kuat membuat begitu banyak gamer jatuh cinta pada pandangan pertama. Dengan penundaan yang sempat terjadi di akhir tahun 2013 yang lalu, antusiasme untuk segera mencicipinya justru semakin kuat dan bukannya melemah. Setelah penantian yang cukup lama, Ubisoft akhirnya merilis Watch Dogs ke pasaran.
Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah mendapatkan sedikit gambaran tentang apa yang ditawarkan oleh Watch Dogs ini. Menjawab semua keraguan yang sempat tercetus selama beberapa bulan terakhir, terutama dari sisi visual, Watch Dogs versi PC memang boleh dikatakan, mampu menawarkan kualitas grafis setara yang ditawarkan di E3 2012 yang lalu. Beberapa efek memang dihilangkan untuk memastikan game ini tetap bisa dimainkan, namun melihat tekstur, bayangan, dan tata cahaya yang ditawarkan, ia memenuhi semua ekspektasi tersebut di setting Ultra. Berita buruknya? Anda membutuhkan PC dengan spesifikasi super tinggi untuk mencapainya. Namun kita semua tentu saja sangat setuju bahwa video game bukan hanya soal presentasi visual, tetapi juga gameplay. Menawarkan kesan pertama yang cukup menarik, bagaimana Ubisoft akan mengeksekusi mekanik unik ini? Ini tentu menjadi pertanyaan utama.
Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Watch Dogs ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang ternyata berujung pada pengalaman bermain yang tidak seunik yang selama ini kami bayangkan? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Chicago menjadi kota percontohan implementasi ctOS - sebuah sistem operasi terintegrasi yang mengendalikan jalannya semua infrastruktur dalam kota dan data pribadi para penduduk.
Chicago menjadi kota percontohan implementasi ctOS – sebuah sistem operasi terintegrasi yang mengendalikan jalannya semua infrastruktur dalam kota dan data pribadi para penduduk.
Bayangkan sebuah skenario di masa depan, dimana semua perangkat pintar Anda kini dikendalikan di bawah satu sistem operasi terintegrasi. Hampir semua layanan yang Anda butuhkan untuk mempermudah kehidupan sehari-hari, dari data finansial, kesehatan, hingga kehidupan dunia maya Anda bergerak di bawah pondasi perangkat lunak ini. Tidak hanya itu saja, semua infrastruktur kota juga dikendalikan menggunakan sistem operasi yang sama. Terdengar seperti kota masa depan yang menjanjikan? Sayangnya tidak. Dengan berpusat hanya pada satu ladang informasi, mekanisme seperti ini menjadi tambang emas bagi para hacker. Tema inilah yang menjadi kekuatan utama Watch Dogs.
Yang dibutuhkan untuk menguasai Chicago hanyalah sebuah akses jalan belakang terhadap ctOS – sistem operasi utama yang mengendalikan infrastruktur sekaligus memuat semua data penduduk di dalamnya. Aiden Pearce dan Damien Brenks tampaknya sangat mengerti akan hal tersebut. Kemampuan untuk meretas ctOS digunakan untuk merampok secara “digital” Merlaut Hotel – tempat para elite Chicago berkumpul. Sayangnya, proses peretasan yang dilakukan ini justru berbalik arah. Identitas keduanya terekspos dan harga untuk kepala mereka dilemparkan. Aiden Pearce dan Damien Brenks menjadi target para pembunuh bayaran di Chicago. Pearce memang berhasil selamat, namun ia harus kehilangan sang keponakan tercinta – Lena.
Aksi kejahatannya di Merlaut Hotel membuat Pearce menjadi sasaran para pembunuh bayaran. Ia berhasil selamat, namun sang keponakan tercinta - Lena meregang nyawa.
Aksi kejahatannya di Merlaut Hotel membuat Pearce menjadi sasaran para pembunuh bayaran. Ia berhasil selamat, namun sang keponakan tercinta – Lena meregang nyawa.
Didorong motif balas dendam, Aiden Pearce berusaha mencari siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas perintah pembunuhan tersebut.
Didorong motif balas dendam, Aiden Pearce berusaha mencari siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas perintah pembunuhan tersebut.
Dengan bantuan Clara dan T-Bone, dan sebuah ruang khusus pusat informasi "The Bunker", Aiden mulai menyusuri jalan misteri yang menghantui dirinya selama ini.
Dengan bantuan Clara dan T-Bone, dan sebuah ruang khusus pusat informasi “The Bunker”, Aiden mulai menyusuri jalan misteri yang menghantui dirinya selama ini.
Bulan-bulan setelah masa dukanya, misi Aiden Pearce saat ini hanya satu – mencari siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas nyawa sang keponakan tersayang. Sumber informasi pertama meluncur dari sang eksekutor lapangan – Maurice Vega, yang sayangnya tidak memberikan nama atau lokasi apapun. Di tengah kekacauan ini, Aiden juga berhadapan dengan Damien Brenks yang keluar dari “tidur panjangnya”, menculik sang kakak tercinta untuk memaksa Aiden bekerja sama. Bagaimana Aiden bisa menangani semua hal buruk yang seolah terjadi pada dirinya secara beruntun ini? Untungnya, Aiden didukung oleh dua companion hacker yang lain – Clara dan T-Bone. Bersenjatakan sebuah ruang lawas lahirnya ctOS yang mampu mengakses semua informasi Chicago secara sekaligus – The Bunker, perburuan Aiden dimulai.
Lantas, siapa yang sebenarnya bertanggung jawab? Halangan seperti apa yang harus dilalui Pearce? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda jawab dengan memainkan Watch Dogs ini.
Lantas, siapa yang sebenarnya bertanggung jawab? Halangan seperti apa yang harus dilalui Pearce? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda jawab dengan memainkan Watch Dogs ini.
Lantas, siapa yang sebenarnya yang bertanggung jawab atas harga kepala Aiden dan tewasnya sang keponakan tercinta? Bisakah di tengah mimpi buruk ini, Aiden juga menyelematkan sang kakak? Siapa pula Clara dan T-Bone? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda jawab dengan memainkan Watch Dog sini.
sumber : jagatplay
More about → Review Watch Dogs: Tidak Seunik yang Dibayangkan!